Prabowo Didesak Mundur, Begini Respons Fadli Zon

Selasa, 27 April 2021 10:03

Presiden Joko Widodondidampingi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal ...

FAJAR.CO.ID,JAKARTA- Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon merespon sejumlah desakan yang menginginkan agar Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mundur dari jabatannya pascartenggelam kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali. Fadli bilang, saat ini negara membutuhkan Prabowo.

“Negara membutuhkan keahlian dari Pak Prabowo,” kata Fadli, kepada Radar Cirebon, (FIN Grup). Selasa (26/4).

Menurut dia, Prabowo memang baru menjabat, tapi roadmapnya sudah jelas. “Saya yakin pak Prabowo bisa membawa postur pertahanan kita semakin baik,” tandasnya.

Terkait kecelakaan KRI Nanggala 402, Fadli mengungkapkan, masyarakat Indonesia sangat berduka. Apalagi awak kapal berjumlah 53 orang telah dinyatakan gugur.

Menurutnya, kejadian ini merupakan satu pertanda bahwa Indonesia harus segera melakukan peremajaan alutsista. Sebab Indonesia adalah negara kepulauan.

“Kita sudah punya kapal selam baru yang dikerjasamakan dengan Korea Selatan. Yang akan datang ke depan modernisasi alutsista terjadi transfer of technology,” katanya.

Sehingga, sambung dia, Indonesia bisa membuat sendiri dan menciptakan alutsista yang modern. “Tepat kalau kita melakukan modernisasi alutsista baik di darat, laut dan udara,” katanya.

“Kemudian ke depan sudah harus mengarahkan pada mengembangkan drone baik di udara dan laut. Dengan tanpa awak akan meminimalisasi terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo diharapkan memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dari jabatannya menyusul tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan.

“Jika ada reshuflle. Saatnya Jokowi reshuffle Prabowo Subianto. Ini Moment yang tepat ganti Menhan,” demikian cuit tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Sadat Hasibuan atau Gus Umar di akun Twitter-nya, dikutip Senin (26/4).

Gus Umar mengatakan, Jokowi tidak perlu memikirkan dua kubu yang terpecah pascapilpres.

“Jangan alasan agar tak ada kubu-kubuan Prabowo jadi menteri. Sampai kapanpun dalam politik tetap ada friksi. Ayolah pak Jokowi ganti Menhan,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa Prabowo harus mundur sebagai tanggungjawab seorang ksatria.

“Mustinya mundur sebagai tanggung jawab seorang Ksatria,” kata Gus Umar. (dal/fin). 

Bagikan berita ini:
9
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar