Puasa Ibu Hamil dan Menyusui Masuk Resiko Tinggi

Selasa, 27 April 2021 14:01

RENTAN: Usia kehamilan muda dianjurkan tidak berpuasa dulu di bulan Ramadan. (CITRA AYU/RADAR SOLO)

FAJAR.CO.ID — Ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) masuk kategori risiko tinggi (risti) jika memaksakan jalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Terutama yang usia kandungannya masih muda dan memiliki banyak keluhan kesehatan. Seperti mual, muntah, dan susah makan.

“Sebab, kehamilan 1-3 bulan pertama itu merupakan masa pembentukan organ bayi. Sehingga kebutuhan nutrisi sangat penting. Misal ada bumil yang muntah-muntah, artinya kebutuhan nutrisi berkurang,” papar Dokter spesialis kandungan RS Dr. Oen Solo Baru Kandung Bowoleksono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (22/4).

Bumil yang dianjurkan tidak berpuasa, yakni usia kandungan di atas tiga bulan, namun memiliki kelainan. Seperti punya riwayat pendarahan, penyakit kencing manis, dan hipertensi. Sebab dikhawatirkan pertumbuhan janin kurang baik.

“Bumil yang ingin berpuasa, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter spesialis. Saat sahur dan buka puasa, baiknya mengonsumsi air putih 2,5 liter atau setara 10 gelas. Supaya tidak mudah dehidrasi. Gizi juga harus seimbang. Seperti karbohidrat, protein, sayur, dan susu,” imbuhnya.

Kandung menambahkan, konsekuensi bumil yang kandungannya tidak sehat namun dipaksakan puasa, yakni nutrisi untuk bayi berkurang. Kemudian gangguan pertumbuhan. Serta memengaruhi kecerdasan otak dan organ tubuh bayi.

Ketua Perkumpulan Obstetrik dan Ginekologi Indonesia (POGI) Supriyadi Hari Respati mengaku, busui tidak dianjurkan puasa. Sebab dapat memengaruhi produk air susu ibu (ASI). “Jika busui puasa, produksi ASI yang akan berkurang. Padahal dalam ASI terdapat nutrisi yang dibutuhkan bayi,” terangnya.

Komentar