Ada Mafia Karantina Kesehatan, Netty Prasetiyani Sebut Pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta Lemah

Rabu, 28 April 2021 22:47

Petugas mempersiapkan ruang isolasi mandiri pasien Covid-19 di gelanggang olahraga (GOR) Kecamatan Pademangan, Jakarta, Senin (28/9/2020). Sebanyak 30 bilik isolasi pasien Covid-19 disediakan dengan fasilitas tempat tidur, lemari, dan peralatan mandi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Lebih lanjut, Netty meminta pemerintah memperketat akses masuk dan skrining ketat dengan alat yang lebih canggih agar hasilnya akurat. Ia tak ingin pemerintah kecolongan dan kasus Covid-19 kembali melonjak, bahkan seperti India.

“Bisa dibayangkan apabila mereka bebas masuk begitu saja ke Indonesia, sementara kita juga sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 dengan sumberdaya yang terbatas seperti vaksin, ruang isolasi, faskes, nakes dan lain-lain,” ujarnya.

Berdasarkan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020, WNA yang berkunjung ke Indonesia harus memiliki antara lain visa kunjungan, kitas, hingga kitap. Selain itu, menunjukkan hasil negatif Covid-19 di negara asal sebelum berangkat.

Bagi WNI apabila hasil tes PCR negatif Covid-19, mereka tetap harus melaksanakan karantina mandiri di hotel selama 5 hari di Wisma Pademangan. Setelah 5 hari dan hasil tes ulang tetap negatif, mereka boleh pulang.

Sementara itu, WNA yang negatif Covid diminta karantina mandiri di hotel repatriasi yang telah mendapatkan sertifikasi oleh Kementerian Kesehatan. Setelah 5 hari dan hasil tes ulang tetap negatif, mereka boleh pulang.

Bagikan berita ini:
3
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar