Babi Ngepet dan Bukti Kesenjangan Sosial yang Semakin Lebar

Rabu, 28 April 2021 22:01

Kerumunan warga yang hendak melihat babi yang diduga babi ngepet.

Eskapisme dianggap sebagai pembebasan dari kondisi mental yang rapuh dan fragile. Fantasi dan entertainmen sebagai wujud eskapisme dianggap sebagai jalan keluar dari kondisi keseharian masyarakat yang dibebani rutinitas yang membosankan.

“Eskapisme adalah bagian yang tak terpisahkan dari terjadinya perubahan sosial psikologis di masyarakat mana pun. Ia adalah fenomena bawaan dari manusia yang memiliki keterbatasan dalam memberi penjelasan atau penafsiran logis dari peristiwa yang sedang berlangsung,” jelas Dr Sawedi kepada fajar.co.id, Rabu (28/4/2021).

Sawedi menyebut, masyarakat paling modern sekalipun tidak akan lepas dari fenomena eskapisme ini.

Babi ngepet yang digambarkan sebagai jalan pesugihan adalah eskapisme masyarakat pinggiran yang terbebani dengan rutinitas kemiskinan dan keterpurukan.

Penderitaan yang dialami seakan tidak punya jalan rasional untuk keluar dari lingkaran setan yang membelenggunya.

Sehingga kata Sawedi, muncullah fantasi babi ngepet yang secara tradisi digambarkan sebagai manusia berwujud babi, mencuri uang, emas dan harta benda lainnya agar yang bersangkutan bisa menjadi kaya raya.

Bagikan berita ini:
1
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar