Bamsoet Disebut Hate Speech, Politikus Demokrat: Ketua MPR Harus Minta Maaf ke Warga Papua

Rabu, 28 April 2021 13:55

Rachland Nashidik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengatakan pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo atas respons kondisi di Papua sebagai hate speech.

“Apa itu Hate Speech? Pernyataan Ketua MPR ini manifestasi paling gamblang dari hate speech, yaitu hasutan untuk mendiskriminasi orang dengan kekerasan, dari perlindungan atas hak-hak dasar yang seharusnya didapatkan semua manusia tanpa kecuali,” tulis Rachland di akun Twitternya, Rabu (28/4/2021).

Dia menyebutkan, warga Indonesia berkabung atas gugurnya Kabinda Papua Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha Karya dalam penyergapan di Beoga oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) (25/4). Hanya saja, dalam kondisi tersebut lisan atau pernyataan pimpinan negara tetap harus terjaga.

“Tapi Ketua MPR wajib menjaga lisan, jangan menghasut negara melakukan kekerasan, apalagi secara membuta,” sebut Rachland Nashidik.

Menurutnya, pengerahan operasi militer di Papua, apalagi dalam skala yang diminta Ketua MPR, niscaya akan mengundang dan mengembalikan perhatian dunia pada Papua. Padahal, “internasionalisasi masalah Papua”, atau persisnya mengembalikan Papua ke dalam agenda PBB, tidak diinginkan Indonesia.

Lebih jauh, membicarakan hak asasi manusia belakangan setelah operasi militer atau operasi keamanan, seperti anjuran Bambang Soesatyo, akan membuat para penyidik di kantor International Criminal Court di Den Haag menggeser teropongnya dari Papua ke Jakarta. Apakah pemerintah ingin begitu?

Bagikan berita ini:
9
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar