Dominan Honorer Pemkot Makassar Tak Sesuai Pendidikan

  • Bagikan
ilustrasi honorer

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi BKPSDM Makassar, Kadir Masri mengatakan, masih menyusun draf atau pedoman untuk pengangkatan tenaga honorer. Penempatan mereka akan berdasarkan kualifikasi pendidikan.

Selama ini, masih ada beberapa honorer yang penempatannya tak sesuai pendidikan. "Misalnya lulusan pariwisata, tetapi bukan di OPD yang bersentuhan langsung dengan itu. Makanya harus berkesesuaian tugas dan fungsinya," bebernya.

BKPSDM juga masih membahas mekanisme seleksinya. Asesmen akan menjadi dasar penempatan honorer. Honorer yang tak lolos, kata Kadir, terpaksa tersingkirkan. Kontraknya tak lagi berlanjut di Pemkot Makassar.

Kadir mengaku jumlah honorer Pemkot Makassar saat ini sebanyak 8.190 orang. Sebetulnya, pada awal tahun lalu lebih banyak. Namun, ada 400 honorer yang telah diputus kontrak. Alasannya antara lain, sudah lolos seleksi CPNS, meninggal dunia, dan memang mengundurkan diri.

Dia menilai jumlah yang ada saat ini hampir sesuai dengan kebutuhan pegawai di pemkot. Jumlah ASN yang mencapai 10.678 orang dianggapnya masih kurang. Setidaknya butuh 8.000 tenaga lagi untuk mencukupi kebutuhan pegawai.

Saat disinggung soal gaji honorer yang diduga fiktif, dia enggan berkomentar banyak. "Kalau gaji rata-rata dianggarkan pada OPD masing-masing. Rata-rata sih menerima Rp1,5 juta per bulan. Itu sama untuk semua jenjang pendidikan," tambahnya.

Untuk sementara ini, BKPSDM menahan penerimaan tenaga honorer baru. Prosesnya pun tak boleh melalui OPD. Melainkan SK-nya harus diteken oleh wali kota. OPD tidak berkewenangan lagi asal mengangkat honorer.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan