Firli Bahuri Benarkan Penggeledahan Ruang Kerja, Rumah Dinas, dan Rumah Pribadi Aziz Syamsuddin

Rabu, 28 April 2021 22:13

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan, Korps Brimob turut membantu kinerja KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

“Kami sampaikan bahwa KPK akan terus bekerja, kerja dan kerja untuk mencari keterangan dan bukti,” tegas Firli.

Firli menyampaikan, pihaknya juga sudah mulai memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut. Sebab, untuk menjerat seorang sebagai tersangka, minimal butuh dua alat bukti.

“Sekali lagi semua tindakan untuk menduga seseorang sebagai tersangka beralasan kecukupan bukti. KPK tidak akan pandang dulu dalam bertindak, karena itu prinsip kerja kami,” cetus Firli.

Adapun dalam perkara dugaan suap penanganan perkara di Pemkot Tanjungbalai, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Yakni, Stepanus Robbin Pattuju (SRP) yang merupakan penyidik KPK yang berasal dari unsur kepolisian. Tersangka selanjutnya, Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS) dan pengacaranya Maskur Husain (MH). Diduga Stepanus Robbin Pattuju menerima suap untuk mengurus perkara yang menjerat Syahrial.

Stepanus yang merupakan penyidik KPK bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara dugaan korupsi yang menjerat Syahrial di KPK tidak dilanjutkan. Kesepakatan uang Rp 1,5 miliar itu setelah Stepanus bertemu Syahrial di rumah Azis Syamsuddin pada Oktober 2020.

Bagikan berita ini:
8
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar