Temuan Asesmen! Honorer Fiktif Kuras Kas Pemkot

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Honorer Pemkot Makassar akan diseleksi ulang. Sekaligus menyaring honorer terindikasi bodong.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengambi langkah ini untuk mengatasi carut-marut tenaga honorer di pemkot. Pemangkasan akan dilakukan melalui seleksi atau asesmen. Tak lolos seleksi, kontrak honorer langsung diputus.

Kepada FAJAR, Danny-sapaan Ramdhan Pomanto-- mengungkapkan, laporan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, jumlah honorer di pemkot memang 8.000 lebih. Namun, anggaran yang disediakan untuk upah atau honor para honorer justru untuk 11.000 orang.

Danny mengaku heran dengan temuan itu. Semestinya, anggaran disediakan sesuai dengan data honorer. Justru dari laporan yang dia terima, ada 3.000 yang tak terdaftar, tetapi pemkot tetap menganggarkan gajinya

"Setiap tahun yang kita habiskan itu Rp300 miliar. Banyak pengangkatan di masing-masing OPD yang tak dikomunikasikan. Makanya saya mesti selidiki hal ini,” bebernya kepada FAJAR, Selasa 27 April.

Dia bahkan menduga, ada yang terdaftar, tetapi tak pernah masuk bekerja. Untuk itu, seleksi ulang menjadi solusi terbaik untuk menangani masalah itu. Setelah itu, barulah mereka yang lolos ditetapkan sebagai honorer.

Danny juga mengungkap rencana untuk mengganti nama honorer pemkot. Meski berstatus honorer, nantinya yang lulus akan dinamai Laskar Pelangi yang merupakan akronim Laskar Pelayanan Publik Berintegritas. Nantinya, laskar tersebut akan dibagi per bidang berdasarkan kompetensinya.

"Misalnya laskar bidang pendidikan, laskar penegakan hukum, infokom, dan protokol. Makanya, tes ini sekaligus menjadi pemetaan kompetensi. Skemanya sementara disusun. Segera akan kita mulai ini," tutur Danny.

Dia menambahkan, honorer memang menjadi salah satu program untuk resetting. Sesuai dengan kebutuhan instansi terkait. Dari 8.000 yang terdata di BKPSDM, hanya sekitar 5.000 tenaga honorer yang akan diterima dan diperpanjang kontraknya.

"Idealnya kita hanya membutuhkan cukup 5.000 tenaga honorer yang akan diperpanjang kontraknya. Sisanya nanti dicarikan solusinya," urainya.

Angka itu diperoleh sesuai kondisi Makassar saat ini. Setiap tahun ada 300–400 aparatur sipil negara yang pensiun. Olehnya itu, tidak perlu terlalu banyak penerimaan tenaga honorer.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan tes khusus. Seperti Makassar Recover. "Konsepnya hampir sama seperti resetting RT/RW, lurah dan camat. Karena memang rata-rata SK-nya mereka ada yang berakhir April ini,” tambahnya. (ful/rdi/dwi/FNN)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan