Heboh Babi Ngepet Palsu, MUI Imbau Warga Minta Pertolongan Allah

Kamis, 29 April 2021 15:48

Adam Ibrahim, pelaku rekayasa babi ngepet di Depok.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penangkapan seekor babi yang diduga binatang jadi-jadian atau ngepet menggemparkan tanah air. Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta kepada warga agar memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa.

Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muh Ghalib, menganggap, belum ada fakta bahwa hewan tersebut adalah babi ngepet atau binatang jadi-jadian, malah dibunuh tanpa rasa belas kasih.

“Bagi umat Islam, kita dianjurkan untuk selalu dan terus bermohon perlindungan Allah agar kita tidak terkena imbas pengaruh negatif kejahatan. Bak jin atau manusia sekali pun,” katanya, Kamis (29/4/2021).

“Itulah kita tidak tahu, apakah itu babi betulan itu yang dilihat. Jangan-jangan masyarakat hanya salah paham. Jadi coba dilihat dulu apakah itu babi ngepet atau babi biasa,” sambung dia kepada Fajar.co.id.

Ribut-ribut soal penangkapan seekor babi hutan berbulu hitam yang dipercaya warga warga Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat sebagai babi ngepet, ternyata hanya akal-akalan.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar menegaskan, semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu adalah berita bohong. Ia memastikan hewan itu murni babi hutan bukan babi ngepet.

Rekayasa dimulai saat warga setempat mengeluh duit mereka raib di waktu yang hampir bersamaan. Jumlah kehilangannya variatif. Dari Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah.

Bahkan Ketua RW 04 Kelurahan Bedahan, Sawangan, Abdul Rosad juga kehilangan duit dirumah sebesar Rp 900 ribu.

Akal bulus itu kemudian menghinggapi pikiran Adam Ibrahim untuk membeli babi di toko online melalui komunitas kucing Depok seharga Rp900 ribu plus ongkir Rp 200 ribu.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima Fajar.co.id, Kamis (29/4/2021), uang pembelian babi itu diperoleh Adam Ibrahim dari seorang rekannya bernama Ade Firmansyah (46).

Selain bersama Ade Firmansyah, Ibrahim juga bekerja sama merekayasa penangkapan babi itu dengan delapan temannya. Cerita-cerita soal penangkapan babi secara bugil juga bohong.

“Saudara Ibrahim telah berbohong dan melakukan penipuan dengan maksud untuk menjadi terkenal dan agar anggota majelis taklimnya bertambah,” beber Kombes Imran Edwin Siregar. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
3
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar