Kejaksaan Agung Janji Tuntut Maksimal Pelaku Daur Ulang Rapid Test di Kualanamu

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyoroti dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Kualanamu, Medan. Hal ini terkait kasus masuknya warga negara India yang menyuap petugas Bandara Soetta senilai Rp 6,5 juta dan daur ulang rapid test di Kualanamu.

Selain itu, di Bandara Kualanamu terkait dugaan penggunaan alat rapid test menggunakan barang bekas. Burhanuddin memerintahkan jajarannya, para Jaksa melaksanakan secara profesional, komprehensif, dan tuntas.

“Kasus masuknya Warga Negara India yang berhasil masuk ke wilayah Indonesia dan lolos dari kewajiban menjalani karantina. Sertabkasus pelayanan antigen yang diduga memakai alat kesehatan bekas di Bandara Kualanamu Medan menjadi perhatian Jaksa Agung Republik Indonesia,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis (29/4).

Menurut Leonard, Jaksa Agung memerintahkna agar para Jaksa melaksanakan secara profesional, komprehensif, dan tuntas. Apabila terbukti bersalah agar dituntut secara maksimal. “Karena pelanggaran protokol kesehatan tersebut diatas sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat serta bangsa Indonesia,” tegas Leonard.

Dia menyampaikan, Kejaksaan akan terus konsisten menerapkan ketentuan protokol kesehatan, serta akan menuntut pidana para pelaku secara maksimal. Hal ini merupakan komitmen Kejaksaan dalam penegakkan dan kepastian hukum.

Serta untuk menimbulkan efek jera, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat lainnya, untuk tidak melakukan hal yang sama ataupun mencoba melakukan pelanggaran protokol kesehatan tentang pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19.

  • Bagikan