KPK Duga Sri Wahyumi Maria Manalip Menerima Gratifikasi Rp9,5 Miliar

Kamis, 29 April 2021 21:40

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip saat diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) tiba di K...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) menerima gratifikasi dari sejumlah rekanan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud senilai Rp9,5 miliar.

Atas perbuatan itu, KPK lantas menetapkan Sri Wahyumi sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017.

“Adapun uang yang diduga telah diterima oleh SWM sejumlah sekitar Rp9,5 Miliar,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (29/4),

Karyoto menjelaskan, sejak awal dilantik sebagai Bupati Kepulauan Talaud periode 2014-2019, Sri Wahyumi berulang kali mengadakan pertemuan dengan para ketua pokja pengadaan barang dan jasa Kabupaten Kepulauan Talaud di rumah dinas maupun kediaman pribadinya.

“Yaitu John Rianto Majampoh selaku Ketua Pokja tahun 2014 dan 2015, Azarya Ratu Maatui selaku Ketua Pokja tahun 2016, dan Frans Weil Lua selaku Ketua Pokja tahun 2017,” kata Karyoto.

Jenderal polisi bintang dua itu menambahkan, Sri Wahyumi juga kerap aktif menanyakan daftar paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kepulauan Talaud yang belum dilakukan lelang.

Sri Wahyumi, lanjutnya, juga memerintahkan kepada para ketua pokja pengadaan barang dan jasa Kabupaten Talaud guna memenangkan rekanan tertentu sebagai pelaksana paket pengerjaan dalam proses lelang.

Komentar