Pulang dari Luar Negeri, Warga Jatim Wajib Isolasi 5 Hari

Kamis, 29 April 2021 22:24

Calon penumpang melakukan skrining Covid-19 dengan GeNose. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur mulai melakukan antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 dari kedatangan ribuan pekerja migran Indonesia (PMI).

Juru bicara Satgas Covid-19 Jatim Makhyan Jibril menjelaskan, per Rabu (28/4), seluruh penumpang pesawat dari luar negeri wajib menjalani isolasi.

”Mulai Rabu (28/4) penumpang pesawat dari luar negeri di Juanda dan PMI wajib menjalani isolasi selama dua hari di Asrama Haji Surabaya. Kemudian 3 hari di kabupaten atau kota masing-masing. Jadi total menjalani 5 hari isolasi,” tutur Makhyan Jibril pada Kamis (29/4).

Untuk PMI, lanjut dia, biaya isolasi akan ditanggung pemerintah. Sementara bagi penumpang non PMI atau yang baru datang dari luar negeri, melakukan isolasi di hotel dengan biaya sendiri.

”Tapi bila ada PMI yang tidak berkenan di Asrama Haji Surabaya, bisa isolasi di hotel dengan biaya sendiri,” ujar Makhyan Jibril.

Penentuan isolasi lima hari itu, dilakukan Satgas Covid-19 Jatim seperti sistem yang digunakan di Inggris dan Jerman. Yakni isolasi lima hari dengan tes.

”Sehingga ada peningkatan kepatuhan dalam proses isolasi. Juga membuat durasi isolasi lebih efektif. Mengingat periode infeksius Covid-19 adalah 10 hari. Dengan isolasi 5 hari lalu dilakukan tes, Covid-19 yang subklinis atau baru akan ketahuan,” terang Makhyan Jibril.

Komentar