Singgung Babi Ngepet, Muhammadiyah: Jangan Percaya Hal yang Berlawanan dengan Tauhid

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok diramaikan dengan isu viral penangkapan babi ngepet.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, meminta masyarakat tak termakan oleh mitos.

Bagi Dadang seorang mukmin niscaya mengimani hal gaib. Tetapi, berbagai kepercayaan yang berlawanan dengan tauhid hendaknya tidak terlalu dipercaya.

“Saya kira tidak usah percaya (isu babi ngepet), tapi berhati-hati saja,” kata Dadang, Kamis (29/4/2021).

Menurut yang meyakininya, babi ngepet adalah manusia pelaku sihir dan ilmu hitam yang mengubah dirinya menjadi babi jadi-jadian agar bisa melakukan pencurian.

Dalam khazanah Islam, jelas Dadang, sihir juga dikenal dilakukan oleh para pengabdi setan. Tetapi, Allah memberikan perlindungan jika seseorang memiliki kemurnian akidah tauhid dan ketakwaan yang benar kepada-Nya.

“Dengan salat dan berdoa kepada Allah supaya kita dilindungi dari pengaruh sihir, pengaruh-pengaruh itu. Saya kira dengan berdoa itu insyaAllah semua persoalan keresahan itu mereda,” tutur Dadang.

Terkait pesugihan, Dadang Kahmad menerangkan bahwa hal tersebut bertentangan dengan akidah dan tauhid yang benar.

“Ya, menurut agama namanya maling itu haram, apapun bentuknya, baik pakai motif apapun, media apapun yang namanya pencurian apapun dilarang oleh agama. Apakah itu pakai hipnotis, apakah itu pakai mistik, apakah itu babi ngepet. Itu nggak boleh, yang namanya pencurian itu nggak boleh,” tegas Dadang.

  • Bagikan