Fahri: Jangan Sekadar Memperketat Perbatasan, Berikan Juga Solusi

Jumat, 30 April 2021 19:53

Ketua Bapemperda DPRD Bone, Fahri Rusli

FAJAR.CO.ID, BONE — Per 1 Mei 2021, besok, pintu masuk Bumi Arung Palakka sudah mulai diperketat. Di sisi lain, ada banyak masyarakat yang akan merasakan dampaknya. Utamanya sopir angkutan.

Ketua Bapemperda DPRD Bone, Fahri Rusli mengatakan, pemerintah daerah harus mencarikan solusi terbaik terkait kebijakan penutupan pintu masuk. Sebab, dampak dari kebijakan ini adalah masyarakat Bone sendiri. Akan ada yang kehilangan mata pencahariannya.

“Kasihan pak mereka yang kalau sudah di perbatasan, dan tidak membawa surat keterangan dan langsung disuruh putar balik. Itu bukan solusi, itu malah membuat masyarakat kita semakin menderita,” katanya kepada FAJAR, Jumat (30/4/2021)

Kata dia, Bone ini daerah penyangga. Menghubungkan dua provinsi. Pada dasarnya perubahan RPJMD untuk pemulihan ekonomi, pas dilakukan pembatasan ini kan bertentangan dengan RPJMD yang baru saja ditetapkan.

“Jangan sekadar memperketat. Harus ada win-win solution. Bukan langsung membatasi saja. Siapa mau tanggungjawab terhadap keluarga mereka untuk makannya. Makanya, posko harus menyediakan rapid antigen, agar yang tak membawa tes rapid bisa dilakukan tes secara langsung,” ujar legislator Gerindra itu.

Sekadar diketahui Pemkab Bone mulai menjaga ketat perbatasan pada tanggal 1 Mei hingga 24 Mei. Ada lima posko yang tersebar di lima kecamatan diantaranya, Kecamatan Kajuara, Libureng, Lamuru, Ajangale, dan Amali yang sudah dibentuk. (agung/fajar)

Komentar