KKB Dicap Teroris, Reza Indragiri Amriel: Terkesan Bertambah Satu Lagi Musuh Negara

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA PUSAT - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyayangkani narasi yang dibangun eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai pascapelabelan teroris untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua oleh pemerintah.

"Yang juga perlu diantisipasi adalah manuver tokoh di Jakarta," kata Reza Indragiri dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Jumat (30/4).

Reza melihat Pigai dengan berbagai stigma dan narasi yang gencar dikonstruksikan pada waktu-waktu sebelumnya mengarah ke kesan bahwa pemerintah tengah melancarkan state terrorism terhadap masyarakat Papua.

"Hari ini, yang bersangkutan dia menggunakan cara lain. Dia melontarkan counter narrative dengan membangun framing 'negara versus teroris' sebagai benturan antara agama satu dengan agama lainnya," ucap Reza prihatin.

Pakar yang menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi UGM itu khawatir counter narrative sedemikian rupa merupakan bentuk penghasutan yang dapat mengondisikan terjadinya pertikaian horizontal sehingga perlu diluruskan.

"Sah sudah. Medan perang melawan kelompok teror tidak hanya berlangsung di daratan. Patroli udara (baca: dunia virtual, internet, media sosial, aplikasi pesan singkat) juga perlu digencarkan," kata Reza.

Reza lantas menyinggung perbincangannya dengan salah seorang pejabat BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) di salah satu stasiun TV lokal sekitar dua tahun lalu. Intinya, terorisme tidak ada kaitan dengan agama.

"Saya sempat ajukan pertanyaan ke seorang pejabat BNPT, apakah terorisme semata-mata berkaitan dengan agama? Dia menjawab, tidak. Bahkan pejabat tersebut katakan, ada yang lebih berbahaya, yaitu separatisme," tutur Reza.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan