Pembalakan Liar Justru Meningkat saat Pandemi, Industri Kayu Sulsel Anjlok

Jumat, 30 April 2021 21:38

Foto: Istimewa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — JURnaL Celebes menemukan industri kayu/kehutanan di Sulawesi Selatan mengalami keanjlokan. Pendapatan industri kayu berkurang antara 30 sampai 70 persen.

Sementara itu, kejahatan pembalakan liar (illegal logging) naik 70 persen sejak wabah corona mulai awal 2020 hingga awal 2021.

Pada tahap pertama hasil pemantauan yang dipresentasikan Januari 2021 lalu, kegiatan yang didukung Badan Dunia Pangan dan Pertanian PBB dan Uni Eropa lewat Program FAO-EU FLEGT Programme ini, JURnaL Celebes menemukan terjadi peningkatan kejahatan pembalakan liar cukup signifikan di Sulsel pada masa pandemi.

“Sementara pada tahap kedua, pemantauan dari Februari sampai April yang fokus pada industri kayu, JURnaL Celebes menemukan industri kayu, terutama industri kecil menerima dampak pandemi cukup signifikan,” kata Direktur JURnaL Celebes, Mustam Arif, Jumat (30/4/2021).

Ia menilai kondisi ini menimbulkan problem yang dilematis yang bisa menimbulkan anomali dalam tata kelola kehutanan berkelanjutan dan pengembangan idustri di bidang kehutanan.

“Industri kayu atau usaha di bidang kehutanan anjlok, sebabnya antara lain kekurangan bahan baku permintaan pembeli yang menurun. Sebaliknya, kejahatan pembalakan liar meningkat kemungkinan memanfaatkan pembatasan kegiatan pemantauan aparat di masa pandemi, terkait kebijakan pembatasan aktivitas,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebutkan situasi ini menimbulkan akumulasi dua masalah yang dilematis dalam upaya membangun tata kelola kehutanan berkelanjutan dan industri bidang kehutanan. Pandemi berdampak pada anjloknya usaha kayu. Sementara di sisi lain pandemi memicu meningkatnya kejahatan pembalakan liar

Komentar