Waspada, Penipuan Online Berkedok Tagihan Bea Cukai

Jumat, 30 April 2021 15:36

ILUSTRASI

fAJAR.CO.ID, JAKARTA – Salah satu hal yang paling ditunggu menjelang lebaran adalah tunjangan hari raya (THR). Nah, di momen spesial ini biasanya orang berbondong-bondong berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hari raya. Kini, terdapat banyak piihan cara dalam berbelanja, termasuk belanja secara online.

Hal ini dikarenakan semakin banyaknya situs jual beli online di Indonesia yang secara langsung membuat transaksi belanja kian meningkat. Banyak fitur keamanan pada situs jual beli online untuk menunjang keamanan transaksi pada situs-situs tersebut, diantaranya asuransi barang dan pengiriman, rekening bersama milik e-commerce, Cash on Delivery (COD), dan penjual yang telah terverifikasi.

Namun, tidak sedikit transkasi jual beli online terjadi di luar situs tersebut melainkan melalui akun media sosial yang minim fitur keamanan transaksi. Hal tersebut mendorong terjadinya penipuan jual beli online dengan berbagai macam modus yang salah satunya mengatasnamakan Bea Cukai.

Apa itu penipuan berkedok Bea Cukai?

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Hatta Wardhana menjelaskan, makin menjamurnya modus-modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai semakin menimbulkan keresahan. Hatta menyampaikan, berdasarkan data statistik Bea Cukai, sepanjang tahun 2020 terdapat laporan penipuan sebanyak 3284 kali pengaduan ke Contact Center Bea Cukai. Adapun hingga Maret 2021, jumlah laporan penipuan di tahun 2021 telah mencapai 495 kali pengaduan.

Bagikan berita ini:
10
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar