Pengejaran KKB Cocoknya Dilakukan TNI

Sabtu, 1 Mei 2021 15:18

SUSURI WILAYAH: Aparat keamanan berjaga di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. (KASATGAS HUMAS NEMANGKAWI FOR CENDER...

Densus 88 Tidak Dibekali Kemampuan Gerilya di Hutan Papua

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penetapan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai organisasi teroris membuat tanda tanya. Mungkinkah Densus 88 Antiteror Polri dilibatkan dalam mengejar KKB? Padahal, karakter Densus 88 dinilai kurang tepat untuk mengejar teroris tamkin atau teritori semacam KKB.

Karakter Densus 88 Antiteror selama ini lebih cocok untuk penanganan teroris tanzim yang fleksibel, tapi tidak memiliki wilayah. Pendekatan yang dilakukan Densus 88 yang menggunakan scientific investigation tentu sulit untuk diterapkan dalam pertempuran gerilya di hutan-hutan.

Polri sedikit banyak mengakui bahwa Densus 88 kurang cocok untuk menangani KKB. Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan mengatakan, memang Densus 88 dirancang untuk kontraterorisme. Memberantas terorisme di tanah air. ”Namun, bila dilibatkan dalam pengejaran KKB, ada contohnya yang mirip, yakni pengejaran Mujahidin Indonesia Timur (MIT),” terangnya.

Dalam Operasi Madago Raya tersebut, Densus 88 berperan membantu satgas operasi yang bertugas. Namun, hingga saat ini Densus 88 masih menunggu perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ”Densus 88 ini langsung di bawah Kapolri,” ucapnya.

Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, ada dua karakter teroris di Indonesia, yakni tanzim dan tamkin. Tanzim tidak memiliki teritori dan melakukan aksi yang biasanya di perkotaan. ”Teroris tamkin ini memiliki wilayah. Mereka menguasai medan yang digunakan sebagai tempat pelarian dan perlindungan,” terangnya.

Bagikan berita ini:
8
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar