Berburu Baju Baru, Pengunjung Mal MP Membeludak

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat drastis jelang lebaran Idulfitri. Mereka berburu baju lebaran.

Salah satunya terjadi di Mal terbesar di Makassar, Mal Panakukkang. Antrean manusia terlihat memadati sejumlah stand baju. Tidak ada jaga jarak.

Master Covid Panakukkang, Andi Pangeran Nur Akbar mengatakan, membeludaknya pengunjung mal terjadi sejak kemarin. Dipredikasi bakal berlangsung hingga, Rabu (5/5/2021) mendatang.

"Gara-gara lebaran, karena kemarin kami sudah menduga dan mempersiapkan Satgas Raika kami maksimalkan satu harian. Mulai sore sampai malam," ujarnya saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).

Ia memprediksi puncak pengunjung mal berlangsung sebelum diberlakukannya larangan mudik tanggal 6 Mei mendatang. Pasalnya masyarakat dipastikan pulang ke kampung halaman.

"Kemungkinan sampai tanggal 5 Mei karena kami berpikir orang akan lebaran di kampung masing-masing," ucapnya.

Saat ini pihaknya memaksimalkan pengawasan kerumunan di tempat-tempat perbelanjaan, utamanya mal. Setidaknya, hingga tiga hari ke depan.

"Saya sudah koordinasi dengan Kasatpol PP untuk mengirimkan pasukan yang lebih besar, karena jangkauan kami 50 orang tidak bisa memenuhi lokasi mal yang luas," terangnya.

Andi Pangeran menambahkan, pihaknya juga menemukan pelanggaran jam operasional di mal. Pengelola mal tidak memberikan pemahaman terhadap pemilik tenant sehingga melewati jam 21.00 WITA.

"Jadi memang miss komusniasi manajemen dengan para penjual sepertinya, pemilik mal kurang usaha memberikan pemahaman jam operasional. kami temukan jam 9 malam, kami mal itu sudah tutup 8.30 close order tidak boleh ada dilayani," urainya.

Selain itu, Satgas Raika menemukan sumber kerumunan di Mal MP. Ternyata penyebabnya adalah salah satu usaha retail di bidang busana.

"Saya selaku master antisipasi, dengan cara mengurai kerumunan, setengah mati. Karena sumbernya. Di situ dia baju baru. Diberikan teguran," jelasnya.

Untuk itu, Ia meminta Camat Panakkukang untuk memberikan surat teguran kepada salah satu pemilik usaha yang melanggar protokol kesehatan.

"Saya minta pak camat menyurat secara resmi, proses administrasi camat semua. Teguran resmi terkait pelanggaran perwali 53 ada Prokes dan jam operasi itu dilanggar," tegas Andi Pangeran. (ikbal/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan