KKB Dilabeli Teroris, Benidiktus Papa Minta Pemerintah Berhati-hati dalam Melakukan Pendekatan

Minggu, 2 Mei 2021 19:19

Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat atau dikenal sebagai OPM (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) turut menyoroti penyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai kelompok teroris.

Ketua PP PMKRI, Benidiktus Papa mengatakan aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan mengganggu masyarakat sipil memang tidak bisa dibenarkan dalam kemanusiaan dan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, PMKRI mendukung penyidikan dan penindakan tegas terhadap mereka yang menjadi bagian dari kelompok tersebut.

Namun, dia mengingatkan gerakan teror yang masih sering terjadi di Papua merupakan peristiwa yang tidak berdiri sendiri, melainkan akumulasi dari sebuah problema sosial yang masih terjadi di Papua.

“Oleh karena itu pemerintah perlu berhati-hati dalam melakukan pendekatan sebab bisa berujung pada semakin memanasnya konflik,” kata Benediktus melalui keterangan pers.

Dia mengatakan pelabelan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua sebagai jaringan teroris perlu dikaji ulang.

Pasalnya, kata dia, sampai saat ini pendefenisan teroris masih menjadi perdebatan baik dalam ruang lingkup akademisi, hukum, maupun politik. Penyebutan tersebut, menurutnya, akan berakibat pada stigma dan sterotipe yang rawan konflik dan berimbas kepada masyarakat sipil Papua yang tidak berkaitan dengan KKB.

“Dalam hal tersebut kami mendorong pemerintah agar tegas mengklasifikan siapa saja kelompok yang bisa disebut teroris berdasarkan ciri dan karakteristik dalam arti perlu ada batasan yang tegas dan spesifik sehingga ini meminimalisir penyalahgunaan label tersebut kepada masyarakat sipil papua lainnya,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
6
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar