Mengapa Salat Gugur Tanpa Membaca Alfatihah

Minggu, 2 Mei 2021 16:14

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Surah al-Fatihah. Inilah surah yang memiliki kedudukan paling mulia dalam kitab suci Alquran. Bahkan Rasulullah SAW kerap menekankan keutamaan surah al-Fatihah ini, dalam setiap denyut kehidupan sosial maupun ibadah seorang Muslim. Bukan sekadar sebagai pembuka Alquran.  

Menurut Prof Muhammad Amin Aziz, dalam The Power of Al-Fatihah, surah yang termasuk deretan surah Makkiyah (yang turun sebelum hijrah) dan terdiri dari tujuh ayat itu, memang memiliki sejumlah keistimewaan, dibandingkan surah-surah lainnya. 

Seperti dalam hadis Rasulullah, surah al-Fatihah merupakan surah yang tidak ada pada kitab-kitab terdahulu, selain Alquran. Pun di dalam Alquran sendiri, tidak ada yang menyamainya dalam hal kemuliaan makna serta kaidah.

Maka itulah, terkait dengan salat sebagai kewajiban umat Islam, al-Fatihah merupakan unsur terpenting dalam ibadah itu. Dialah pembuka dari surat-surat lainnya, pun dikenal dengan sebutan as sab’ul matsani (tujuh yang diulang-ulang), karena dibaca berulang-ulang pada setiap raka’at shalat.

Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa shalat dalam keadaan tidak membaca al-Fatihah, maka salatnya cacat (Rasulullah mengulanginya sampai tiga kali).” (HR  Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA).

Secara keseluruhan, terdapat beberapa unsur pokok. Pertama, keimanan, yang terdapat dalam ayat 2, di mana dinyatakan bahwa segala puji dan syukur atas segala nikmat itu bagi Allah SWT, Sang Pencipta dan sumber segala nikmat di alam ini, antara lain nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan. Kedua, penetapan adanya hari kiamat dan hari pembalasan pada ayat 4. 

Bagikan berita ini:
7
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar