Rakornas Pemuda Muhammadiyah, PDIP dan PAN Singgung Soal Pemilu

Minggu, 2 Mei 2021 22:59

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menghadiri Ra...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno sama-sama saling menyinggung soal Pemilu 2024 saat menghadiri Rakornas Pemuda Muhammadiyah, Minggu (2/5).

Kedua pihak mendorong para aktivis Pemuda Muhammadiyah terlibat memastikan masa depan Indonesia yang lebih baik pada Pemilu 2024 dan setelahnya.

Hasto mengatakan tak ada pemilik tunggal republik, karena Indonesia adalah negara gotong royong yang menjadikan rakyat sebagai satu-satunya pemegang legitimasi kekuasaan. Sejak awal berdiri, gotong royong sudah nyata.

Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan PNI sebagai representasi kelompok nasionalis selalu bersama mempelopori Indonesia merdeka.

“Jadi kalau cikal bakal PAN adalah Muhammadiyah, maka kerja sama kami dengan PAN dan Pemuda Muhammadiyah, punya legitimasi historis dan ideologis,” kata Hasto.

Dia bicara soal kondisi Indonesia yang sejak 1997-1998 yang mana kedaulatan politik negara berusaha dikontrol lewat Letter Of Intent IMF.

Lalu terjadi juga reproduksi American Politics di Indonesia dengan credo one man, one vote, dan one value yang menggantikan demokrasi musyawarah. Akibatnya, muncul berbagai dampak negatif di mana terjadi konvergensi politik-hukum-kapital-pemilik media, meningkatnya primordialisme, hingga konflik Pancasila melawan ideologi transnasional. Situasi ini membuat Indonesia mundur dari kemajuan yang pernah terjadi sebelumnya.

Di era kepemimpinan Bung Karno, kekuatan Pancasila berhasil mendorong kemerdekaan Maroko, Tunisia, dan Aljazair, serta dukungan penuh bagi Palestina dan Pakistan.

Komentar