Dicap Kafir karena Hadiri Peresmian Gereja, Gus Miftah: Saya Bersyukur, Alhamdulillah

Senin, 3 Mei 2021 07:41

Gus Miftah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ulama nyentrik, Gus Miftah menjadi bulan-bulanan netizen usai beredar video orasinya di altar berlambang salib dalam acara peresmian, Gereja Bethel Indonesia atau GBI.

Banyak yang mencap Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta itu telah sesat dan menjalani toleransi yang kebablasan.

Mendapati kontroversi kehadirannya di GBI itu, Gus Miftah pun memberikan tanggapan di akun Instagram-nya, lewat unggahan video, Senin (3/5/2021).

Dia menjelaskan hadir di acara GBI itu karena diundang. Dan tidak hadir sendiri melainkan bersama beberapa tokoh agama lainnya, termasuk Gubernur DKI Jakarta.

“Setelah beredarnya orasi kebangsaan di sebuah gereja di Jakarta Utara di GBI Penjaringan atas undangan panitia. Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta, Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmi, dan beberapa tokoh agama lainya. Dan itu atas undangan mereka, acara yang mereka berikan ke saya pun, judulnya orasi kebangsaan dalam peresmian GBI. Bukan dalam rangka peribadatan, dicatat dalam rangka peresmian bukan dalam rangka peribadatan,” tuturnya.

Gus Miftah menyebut gara-gara itu banyak label yang kemudian ditempelkan ke dirinya.

“Saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal dan lain sebagainya. Gus Miftah marah? Enggak, saya bersyukur, alhamdulillah,” lanjutnya.

Sahabat Deddy Corbuzier ini mengaku heran dengan begitu cepatnya dilabeli sesat dan kafir, padahal selama ini dirinya cukup banyak meng-Islam orang kafir.

Komentar