KOPEL: Kalau Gentleman, Azis Syamsudin Pasti Mundur dari DPR dan Golkar

Senin, 3 Mei 2021 15:24

Azis Syamsuddin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Azis Syamsudin akan kelihatan lebih gentelman jika memutuskan memundurkan diri dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Terlebih lagi, Azis juga sekaligus membuat surat pemunduran diri sebagai kader Partai Golkar.

Hal tersebut terkait dugaan keterlibatan Azis dalam kasus suap Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju oleh Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Demikian disampaikan Peneliti Senior Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia Syamsuddin Alimsyah dalam keterangannya kepada Pojoksatu.id, Senin (3/5/2021).

“Gentlemen ya jika Azis Syamsuddin yang mengundurkan diri dari Wakil Ketua DPR maupun dari Partai Golkar,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Alimsyah, legislator Dapil Lampung itu bisa fokus menghadapi dugaan perkara yang dituduhkan kepadanya.

“Sehingga Azis Syamsudin fokus menjalani proses kasusnya di KPK,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan (MKD) Habiburokhman menyebutkan nasib Azis Syamsudin sebagai Wakil Ketua DPR RI bakal ditentukan pimpinan DPR.

Ia mengatakan, hal tersebut akan dibahas oleh pimpinan DPR setelah melakukan rapat Paripurna.

Pembahasan itu nantinya akan dipimpin oleh, Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel, dan Muhaimin Iskandar.

“Nasib Azis di kursi pimpinan akan dibahas oleh para pimpinan DPR,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/4/2021)

“Taggal 6 dibuka masa sidang, karena ini kita lagi reses. Tanggal 6 kita rapat pimpinan sekaligus rapat internal membahas masalah itu,” lanjut Habiburokhman.

Setelah masa sidang dibuka pada 6 Mei mendatang, pimpinan MKD juga akan menggelar rapat pimpinan dan rapat internal membahas laporan tersebut.

“Terkait laporan terhadap Pak Azis Syamsuddin memang sudah masuk. Tanggal 6 kami akan lakukan rapat, jadi hari ini lagi sedang pemeriksaan berkas syarat formal,” ungkapnya

Kendati demikian, Politisi Partai Gerindra itu mengimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPR.

“Saya pikir itu nanti domain pimpinan di DPR,” ucapnya.(pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
4
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar