Krisis Perang Bertahun-tahun, Seperti Ini Suasana Ramadan di Suriah

Senin, 3 Mei 2021 19:17

Suasana buka puasa Ramadan di Syria (Enab Baladi)

Dia mencontohkan kenaikan harga pangan yang cukup tajam sejak Ramadan lalu. “Kami makan setidaknya lima kali makan ayam Ramadwn lalu. Tahun ini, semuanya akan berbeda,” katanya.

Dia menambahkan bahwa satu kilogram beras dan satu ayam harganya USD 6,2. Belum lagi biaya bahan bakar memasak, dan rempah-rempah. Eman tidak mampu membeli sebagian besar produk makanan yang dibutuhkan untuk berbuka puasa dan sahur (sahur), yang menurutnya sangat mahal dibandingkan harga sebelumnya di bulan Ramadan. Eman memiliki gaji mengajar yang stabil sedangkan suaminya tidak.

Tidak Ada Undangan Buka Puasa Bersama

Iftar atau buka puasa bukanlah tentang pesta yang kaya dan miskin. Tentu dengan merayakan ikatan keluarga, persahabatan, dan menikmati berkat berbagi makanan dengan orang yang berpuasa. Mounir, seorang pegawai pemerintah di Aleppo, memutuskan untuk menyantap semua makanan berbuka puasa di rumah. Dia tidak akan menerima undangan buka puasa karena situasi keuangannya yang sulit, yang dia bagikan dengan semua kenalannya.

“Perjamuan Ramadan dalam keadaan yang mengerikan seperti ini merupakan beban berat bagi orang-orang,” katanya.

Dalam laporan 5 April, Qasioun, surat kabar ekonomi online, melaporkan bahwa biaya hidup keluarga beranggotakan lima orang meningkat 42 persen sejak bulan pertama 2021. Hidangan utama Ramadan di sana hanya mengandalkan sayuran.

Dengan kenaikan harga daging, banyak keluarga Syria mencari alternatif yang lebih murah, membatasi banyak resep mereka hanya pada sayuran. Atau juga dengan hanya menyantap roti khas negara setempat. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
6
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar