Pendidikan Alami Kemunduran, Unifah Rosyidi: Dikerdilkan Menjadi Sekadar Akademis atau Intelektualitas Semata

Senin, 3 Mei 2021 18:52

Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi dan Ketua DPD PGHRI Jatim Nurul Hamidah. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menyampaikan sejumlah uneg-uneg. Menurut dia pendidikan di negeri ini telah mengalami kemunduran.

Untuk itu pada momentum Hardiknas dia mengajak untuk meluruskan kembali arah pendidikan sesuai arah dari Ki Hajar Dewantara. Unifah memandang pendidikan di Indonesia telah mengalami kemunduran.

Diantara gejalanya adalah dari aspek penilaian akademik, posisi Indonesia ada di papan menengah bahkan bawah. Seperti pada pengukuran PISA, TIMSS, dan Human Development Index (HDI). “Lebih memprihatinkan lagi dari sisi karakter,” katanya kepada wartawan Senin (3/4).

Seperti masih maraknya korupsi, bahkan dari kalangan milenial. Kemudian penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas. Tawuran pelajar hingga pelanggaran lalu lintas mencerminkan kurang maksimalnya pendidikan karakter di Indonesia.

Menurut Unifah, kemunduran pendidikan di Indonesia disebabkan karena terlalu sibuk membahas masalah-masalah administrasi. Mulai dari urusan kurikulum, penggunaan anggaran, sistem evaluasi dan kelulusan, dana bantuan sekolah, dan berbagai persoalan administrasi lainnya.

“Pendidikan dikerdilkan menjadi sekadar akademis atau intelektualitas semata,” katanya.

Sementara roh pendidikan, yaitu pembentukan karakter manusia, seperti terlupakan. “Justru persoalan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah hilangnya makna atau roh pendidikan dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Unifah juga menegaskan, menyalahkan guru untuk kondisi tersebut adalah sangat keliru. Karena guru sejak awal (seakan, Red) dijebak dalam persoalan administrasi.

Komentar