Sindir DKM Masjid Al Amanah Bekasi, Muannas Alaidid: Jangan-jangan yang Kamu Agungkan Tafsirmu Sendiri Bukan Agamamu

  • Bagikan
Muannas Alaidid (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi pengusiran jemaah yang diakukan DKM Masjid Al Amanah, Medansatria, Kota Bekasi, mendapat kecaman dari banyak pihak.

Salah satunya adalah Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Melalui akun Twitternya, Muannas juga mengunggah video aksi DKM dan sejumlah jemaah lain saat mengusir seorang jemaah yang hendak melaksanakan salat dengan tetap memakai masker.

Akan tetapi, Muannas tak banyak mengomentari viralnya video tersebut. Melainkan hanya sindiran halus tapi tetap keras dan menohok.

“Katanya Alkindi ‘Jangan-jangan yg kamu agung-agungkan itu bukan agamamu tapi tafsirmu sendiri terhadap agama, jangan-jangan yg kamu bela mati-matian itu pemikiranmu atau pemikiran kelompokmu bukan agamamu’,” tulis Muannas, Senin (3/5/2021) sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Untuk diketahui, video seorang jemaah diusir saat hendak salat terjadai di Masjid Al Amanah, Kampung Tanahapit, RT 002 RW 09, Medansatria, Kota Bekasi.

Dalam video tersebut, seorang jamaah belakangan diketahui bernama Roni, terlibat adu argumentasi dengan Ketua DKM ustaz Abdul Rahman dan sejumlah jemaah lain.

Pemicunya adalah, lantaran Roni tak mau melepas masker saat akan menunaikan salat di dalam masjid tersebut.

Roni saat itu bersikukuh bahwa memakai masker sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan anjuran pemerintah.

Sedangkan DKM Masjid Al Amanah juga bersikukuh bahwa di dalam masjid adalah area aman dan tak perlu menggunakan masker.

Insiden pengusiran jemaah masjid itu pun akhirnya bermuara di Mapolsek Medansatria.

Alasan DKM Masjid Al Amanah

Ketua DKM Masjid Al Amanah, ustaz Abdul Rahman mengakui video viral jemaah hendak salat diusir karena memakai masker.

Peristiwa pengusiran jemaah yang hendak beribadah dengan tetap memakai masker itu terjadi pada Selasa (27/4/2021) siang.

Atas peristiwa tersebut, Abdul Rahman pun menyampaikan permintaan maaf kepada khalayak atas tindakannya itu.

“Kami tidak bermaksud berbuat kasar kepada bapak dan keluarga,” kata Abdul Rahman.

Abdul Rahman mengakui, bahwa dirinya memang menerapkan peraturan larangan memakai masker di masjid yang ia kelola itu.

Penerapan larangan memakai masker di masjid itu, kata Abdul Rahman, karena dirinya tak ingin masjid disamakan dengan pasar.

“Karena saya makin yakin bahwa Allah SWT melindungi kita semua yang berada dalam masjid,” katanya.

Usai peristiwa, DKM Masjid Al Amanah juga berjanji tidak akan melarang jemaah lagi menggunakan masker bagi jemaah yang melaksanakan ibadah.(pojoksatu/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan