Topeng Hitam Simbol Kekecewaan soal Kasus Kekerasan Jurnalis yang Tak Kunjung Terungkap

Senin, 3 Mei 2021 18:40

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Suara lantang terdengar di bawah fly over, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Di sana, ada puluhan massa aksi membentangkan spanduk tentang penolakan aksi kekerasan terhadap jurnalis.

Tuntutannya hanya satu. Polda Sulsel diminta mengungkap seluruh kasus kekerasan terhadap pekerja pencari berita ini. Utamanya di kota berjuluk Anging Mammiri ini.

Dalam orasinya menggunakan toa putih, Nurdin Amir selaku Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, meneriakkan dengan lantang soal kasus yang menurutnya tak pernah selesai diungkap oleh polisi.

Tampak dalam aksi ini digelar sedikit menarik. Namun terlihat serius. Topeng hitam berbahan kertas itu menandakan bahwa itu adalah simbol kasus kekerasan ini tak pernah diungkap tuntas.

“Jumlah kasus yang kita laporkan adalah oknum kepolisian tak tuntas. Masuk di Sulsel, kasus penyerangan jurnalis di kampus UNM beberapa tahun lalu, kasus kekerasan yang dialami Darwin pada 2019 lalu belum selesai,” kata Nurdin, Senin (3/5/2021).

“Artinya, komitmen penyidik polisi belum ada. Saya minta ini jadi perhatian serius kepada kepolisian,” sambung Nurdin kepada wartawan usai berorasi sore tadi.

Data AJI menunjukkan dalam rentang Mei 2020-akhir April 2021, telah terjadi 14 kasus teror berupa serangan digital. Jumlah itu meliputi 10 jurnalis yang menjadi korban dan empat situs media online.

Sedangkan apabila dilihat dari jenis serangannya yakni 8 kasus doxing, empat kasus peretasan, dan dua kasus serangan distributed denial-of-service (DDos).

Komentar