ACC Sulawesi Sebut Permintaan Cashback Termasuk Pungutan Liar

Selasa, 4 Mei 2021 23:11

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Hamka menyebut tindakan permintaan fee kepada pemenang tender bisa masuk kategori Pungutan liar (pungli) atau pemerasan bahkan bisa masuk kategori suap.

Hal tersebut termasuk adanya sistem cashback (uang kembali) bagi pemenang tender kerjasama di lingkup Pemerintahan.

Isu yang merebak, kasus cashback menjadi budaya unik di sekretariat DPRD Makassar. Kebijakan tersebut terjadi bagi media yang memiliki kontrak kerjasama disana.

Artinya, media harus mengembalikan sekian persen dari nilai kontrak ke sekretariat DPRD sebagai alasan operasional. Makin tinggi kontrak makin tinggi pula uang kembali.

“Bagi kami itu merupakan rahasia umum sebenarnya dalam tender-tender di pemerintahan, yang berat sebenar untuk membuktikannya. Tapi saya yakin sudah banyak orang yang tahu tentang hal tersebut,” ujar Hamka saat dihubungi fajar.co.id, Selasa (4/5/2021).

Ia pun menyebut perilaku tersebut bisa jadi ada indikasi adanya korupsi. Sebab hal tersebut bisa masuk kategori pungli atau pemerasan.

“Sehingga bagi kami permintaan fee kepada pemenang tender merupakan korupsi, bisa masuk kategori pungli atau pemerasan dan bisa masuk kategori suap. Tinggal untuk menentukan masuk kategori apa tinggal dilihat keaktifan apakah penyelenggaranya atau kah rekanannya,” lanjutnya.

Hamka menyebut, adanya permintaan fee tersebut akan merugikan, sebab itu akan mempengaruhi kualitas dalam pengadaan barang dan jasa.

Bagikan berita ini:
5
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar