Korban Pembantaian Kapten Raymond Westerling di Sulsel, Benarkah 40 Ribu Jiwa?

Selasa, 4 Mei 2021 12:24

Foto Yang Dianggap Prosesi Eksekusi Pasukan Westerling

FAJAR.CO.ID, MAKASSSAR – Peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh pasukan khusus Belanda Depot Speciale Troepen (DST) di bawah pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling masih menyimpan pertanyaan besar.

Secara umum diketahui pembantaian tersebut menelan korban sebanyak 40 ribu jiwa. Bahkan, setiap tanggal 11 Desember, masyarakat Sulsel memperingati hari korban 40 ribu jiwa yang biasanya juga diselenggarakan upacara di Monumen Korban 40 Ribu Jiwa, Jalan Langgai, Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Benarkah peristiwa pembantaian menelan korban 40 ribu jiwa?

Hingga saat ini, jumlah korban kerap kali menjadi perdebatan.

Salah seorang Sejarawan Indonesia, Anhar Gonggong yang juga merupakan keluarga korban pembantaian di Sulsel ini meyakini korban tidak sampai 40 ribu jiwa. Ia menyebutkan, terdapat beberapa versi.

“Ada beberapa versi. Versi pertama ada pembunuhan di gerbongan. Lalu Soekarno berbicara bahwa pembunuhan Belanda di gerbongan itu adalah melanggar, pembunuhan yang biadab,” kata Anhar Gonggong dikutip Fajar.co.id ketika berbincang denga Helmy Yahya di channel youtubenya, Selasa, (4/5/2021).

Anhar menjelaskan pada saat itu Abdul Qahhar Mudzakkar atau Kahar Muzakkar datang dan mengatakan kepada Soekarno, “Nggak ada apa-apanya itu Bung, di kampung saya itu ada 40 ribu orang korban Westerling”.

Kedua, versi dari salah satu tokoh PNI asal Sulsel, Manai Sophiaan yang memberitahukan, rakyat Sulsel yang dibunuh lebih dari 30 ribu jiwa.

Bagikan berita ini:
7
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar