Pengunjung Pusat Perbelanjaan Membludak, Tidakkah Kita Berkaca dari India?

Selasa, 4 Mei 2021 13:22

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pusat perbelanjaan penuh sesak oleh pengunjung. Walau mayoritas warga mengenakan masker, namun kerumunan, saling berdesakan dan meningkatnya pola interaksi tak terelakkan.

Kondisi sosial ini yang terjadi di India sebelum tsunami Covid-19 menerjang. Ada kaitan erat antara pelanggaran protokol kesehatan sangat vulgar dengan terjadinya tsunami Covid-19 di India. Apakah kita tidak berkaca dari tragedi mengenaskan itu?

Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan mengingatkan masyarakat harus menahan diri. Pada saat yang sama, Pemerintah selain melakukan pembatasan, perlu tetap memonitor data pertambahan Covid harian.

Data itu harus akurat, yang hanya mungkin diperoleh jika dilakukan testing dan tracing secara proaktif. Bisa saja dilakukan test sampling di pusat keramaian, misalnya di pusat-pusat perbelanjaan.

Bahkan jika dilakukan secara persuasif oleh pemerintah, maka juga dapat dilakukan testing di tempat ibadah dengan bekerja sama dengan para pemuka agama.

“Dengan langkah itu, pemeritah mendapat gambaran kuantitaf laju pertambahan kasus. Jika cenderung meningkat, maka harus ada keputusan pembatasan interaksi sosial secara signifikan,” kata Prof Tasrief saat dihubungi fajar.co.id, Selasa (4/5/2021).

Pertambahan jumlah kasus secara Nasional dalam dua pekan terakhir memang cenderung meningkat, pada kisaran 6.800 per hari.

Lagi pula, seperti dilaporkan oleh kementerian Kesehatan, varian baru Covid-19 yan menjadi salah satu faktor tsunami Covid di India sudah mulai ditemukan di tanah air.

“Seharusnya kita bisa belajar bukan hanya dari tsunami Covid India, tetapi fenomena osilasi pertumbuhan jumlah kasus. Usai Pilkada Serentak tahun lalu, kurva pertumbuhan Covid memang terlihat meningkat setelah itu, termasuk setelah perayaan hari besar keagamaan,” bebernya.

Dia menjelaskan, dari sudut pandang teori jaringan, hal itu dapat dipahami, sebab semakin banyak interaksi langsung antar anggota masyarakat, maka peluang penyebaran virus juga meningkat. Kecuali jika populasi sudah mencapai kekebalan komunal (herd immunity).

Apa yang terjadi di India, dalam bentuk tsunami Covid-19, tentu tidak diharapkan. Namun bukan tidak mungkin hal itu terjadi jika kita membiarkan interaksi sosial kita seolah terlalu percaya diri dan tidak menahan diri.

Yang perlu sangat diwaspadai adalah peluang laju pertunbuhan jumlah kasus yang akan semakin meningkat dalam dua pekan mendatang, seiring dengan peningkatan interaksi sosial akibat persiapan perayaan Idul Fitri.

“Semua elemen masyarakat harus semakin waspada, menahan diri untuk mengurangi interaksi sosial, tetap konsistem menjalankan Prokes serta senantiasa menjaga kesehatan,” tekannya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
4
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar