The Godfather

Selasa, 4 Mei 2021 13:51

Antonio Conte/AFP/Getty Images

FAJAR.CO.ID, MILAN—Pemain Italia menjulukinya the Godfather. Julukan yang memang pantas untuk seorang pemimpin sekaligus jawara seperti Antonio Conte.

Anda hanya melakukan apa yang diperintahkannya. Tidak ada bantahan. Ia adalah bos. Menyukai pemain yang berkepribadian besar. Namun, ia membenci pemain yang merasa lebih besar dari dirinya.

Begitulah sosok Conte. Gaya kepemimpinannya itu membuatnya seringkali dikritik. Apalagi ketika ia “menyingkirkan” bintang utama dalam timnya. Akan tetapi, itu juga yang mengantarkan pria kelahiran Lecce, 31 Juli 1969 itu menjadi salah satu pelatih tersukses Italia.

Dan itu pula yang membuat Milan Mei 2019 silam berani membayarnya 12 juta euro atau sekitar Rp208 miliar per musim. Bayaran yang menempatkan Conte sebagai pelatih bergaji termahal di Serie A Italia itu digelontorkan Nerazzurri untuk mengakhiri dominasi Juventus dalam hampir satu dekade terakhir.

Keputusan Inter itu membuat mata orang Italia terbelalak. Pada saat yang sama, fans Juventus menuding eks kapten dan pelatih mereka itu sebagai pengkhianat karena menerima pinangan sang musuh bebuyutan. Fans Juve bahkan sampai menuntut nama Conte di Stadion Allianz dicabut.

Pada akhirnya, keberanian petinggi Inter dan kekhawatiran Juventini terbukti benar. Kemarin malam, The Godfather dan pasukannya dinobatkan sebagai juara Serie A 2020/2021 dengan empat laga tersisa. Scudetto ini sekaligus menjadi akhir dominasi Si Nyonya Tua yang menjadi kampiun sembilan musim beruntun.

Komentar