Beri Dukungan Ketua KPK, Ferdinand: Negara Tak Boleh Diurus Orang Tak Cinta NKRI

Rabu, 5 Mei 2021 13:47

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (@FerdinandHaean3/Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan memecat puluhan pegawai lembaga antirasuah yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut informasi sumber internal KPK, ada 75 pegawai yang tidak lolos tes dan terancam dipecat. Salah satunya penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean memberikan dukungan kepada Ketua KPK Firli Bahuri untuk memecat mereka yang tak lolos tes wawasan kebangsaan.

“Saya dukung Firli Ketua @KPK_RI untuk memecat para pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan,” kata Ferdinand dikutip Fajar.co.id dari akun Twitternya, Rabu (5/5/2021).

Menurut mantan kader Partai Demokrat itu, negara termasuk lembaga antirasuah tak boleh diurus oleh mereka yang tak menerima Pancasila sebagai ideologi tunggal.

“Ini penting, karena negara tak boleh diurus oleh kaum tak berwawasan kebangsaan, tak cinta NKRI dan tidak menerima Pancasila sebagai ideologi tunggal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri membantah dirinya akan memecat pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan. Kata dia, sifat kepemimpinan kpk adalah kolektif kolegial.

“Pimpinan KPK adalah kolektif kolegial. Maknanya semua keputusan diambil secara bulat dan tanggung jawab bersama oleh semua pimpinan KPK,” kata dia dikutip CNNIndonesia.com.

Ia juga memastikan bahwa KPK telah menerima penilaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait hasil tes wawasan kebangsaan.

“Silakan ke Sekjen untuk hal tersebut karena sampai saat ini pimpinan belum membuka hasil tes wawasan kebangsaan. Hasil tes wawasan kebangsaan diterima Sekjen dari BKN tanggal 27 April 2021 dan sampai sekarang belum dibuka,” ucap Firli.(msn-int/fajar)

Bagikan berita ini:
5
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar