Rombongan Nusantara

Rabu, 5 Mei 2021 09:49

Disway

Oleh: Dahlan Iskan

MEREKA harus bolak-balik Surabaya-Jakarta. Tiap minggu. Untung sudah ada jalan tol. Kemarin, mereka ke Jakarta lagi –untuk kali yang ketiga.

Begitulah konsekuensi menjadi relawan Vaksin Nusantara dari luar Jakarta. Atas biaya sendiri –saya tinggal mengadakan busnya.

Sebenarnya mereka sudah diberi penjelasan panjang lebar. Agar jangan memaksakan diri. Yakni ketika untuk kali pertama ke Jakarta: bahwa mereka harus berkali-kali ke Jakarta. Mereka diingatkan harus mempertimbangankan diri baik-baik.

Waktu pertama ke Jakarta itu 30 orang. Semuanya tetap mau jadi relawan –kecuali satu orang. Sebenarnya ia juga ingin sekali. Tapi ia merasa akan terlalu sering meninggalkan pekerjaan.

Dari yang mau dan mau itu barulah RSPAD mengadakan seleksi. Dengan cara mengambil darah mereka. Tidak semua bisa memenuhi syarat sebagai objek penelitian.Dari seleksi itu diketahuilah ada yang sudah punya imunitas tinggi. Ada pula yang sedang dalam keadaan sakit khusus. Atau sedang dalam masa minum obat tertentu secara terus-menerus.

Yang ingin hamil mestinya juga tidak diterima, tapi di antara kami tidak ada yang tidak lolos dengan alasan ingin hamil. Mereka bersedia menahan nafsu selama menjadi objek penelitian –atau harus mengenakan kondom.

Akhirnya 15 orang yang lolos bisa jadi objek penelitian. Dari 15 itu yang 4 orang tinggal di Jakarta: seorang wanita pembaca Disway, seorang pengusaha UMKM yang karena gigihnya saya beri gelar wanita Disway, ayah teman saya yang kini tinggal di New York –berarti mertua pencipta lagu Lilin-lilin Kecil, James F Sundah.

Bagikan berita ini:
5
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar