Anggaran Medical Check Up Legislator Makassar Capai Rp500 Juta, Kopel: Saya Kira Ada BPJS?

Kamis, 6 Mei 2021 23:00

DPRD Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komite Pengawas Legislatif (Kopel) Makassar menyebut biaya pemeriksaan kesehatan atau medical check up anggota DPRD kota Makassar sebesar Rp500 juta merupakan pemborosan anggaran.

Biaya pemeriksaan kesehatan tersebut diperuntukan bagi 50 anggota dewan, artinya setiap anggota dewan dianggarkan sebesar Rp10 juta.

Pemeriksaan kesehatan itu meliputi pengecekan darah, CT Scan, radiologi MRI, dan kesehatan lainnya.

Direktur Kopel Makassar, Ahmad Tang menyebut itu merupakan pemborosan anggaran. Pria yang akrab disapa Ocha ini berdalih anggota DPRD bisa menggunakan BPJS Kesehatan, tidak perlu menganggarkan untuk medical check up.

“Mestinya hal ini tidak usah terlalu berlebihan, saya kira ada BPJS , apakah mereka tidak memakai BPJS? Sementara rakyat diwajibkan untuk menggunakan BPJS,” ujarnya saat dihubungi Fajar.co.id, Kamis (6/5/2021).

Ia pun mengatakan anggaran itu bisa saja dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.

“Saya kira dengan anggaran yang tidak sedikit mestinya diperuntukan saja pada kegiatan yang memiliki maanfaat kepada masyarakat Kota Makassar,” lanjutnya.

Angaran itu, kata Ocha, lebih baik jika dialokasikan untuk bidang kesehatan yang saat ini terdampak serius pandemi Covid-19. Selain itu pendidikan dan insfratruktur juga bisa jadi opsi lain.

“Jangan mementingkan diri sendiri sehingga urusan wajib itu dilupakan. Yakni kepentingan publik baik dari segi kesehatan pendidikan infrastruktur dan lainya yang butuh anggaran yang harus diperhatikan oleh DPRD,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
5
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar