Haedar Nashir: Jauhi Keberlebihan, Allah Tidak Menyukai Hamba yang Melampaui Batas

Kamis, 6 Mei 2021 11:20

Haedar Nashir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jelang Idul Fitri saat ini diberitakan pusat-pusat pembelanjaan membludak dengan pengunjung. Di kala normal pemandangan massal seperti itu lumrah dan menjadi ciri khas masyarakat di negeri ini ketika menyambut Hari Raya tersebut. Hal serupa terjadi ketika Natal dan Tahun Baru.

Namun menjadi tidak normal dan mengkhawatirkan karena saat ini pandemi Covid-19 belum juga reda. Kasus India yang mengalami gelombang besar corona fase kedua bahkan menjadi kecemasan dunia, sampai banyak negara menutup kunjungan dari negeri Asia Selatan tersebut.

Hal tersebut dijelaskan Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah lewat akun Twitter resminya, Kamis (6/5/2021).

Dijelaskan, Malaysia menyusul lonjakan Covid-19 yang tinggi. Apalagi dengan informasi adanya Covid-19 varian baru. Bila penularan Covid-19 meningkat lagi, baik di dunia maupun di Indonesia, maka akan semakin berat beban kehidupan yang harus ditanggung bersama.

“Harap diingat, setahun wabah Covid-19 dampaknya sangat luas, tidak kecuali dampak ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang,” papar Haedar.

Setahun pandemi yang berjalan, orang miskin di Indonesia bertambah 2,76 juta. Bagaimana mengatasi penambahan jumlah kemiskinan tersebut, tentu bukan masalah sederhana.

Ia mengatakan, betapa berat beban hidup saudara-saudara sebangsa yang mengalami derita hidup serba berkekurangan dan keterbatasan, hanya untuk memperoleh sesuap nasi setiap hari pun sungguh berat, meski mendapat bantuan sosial.

Bagikan berita ini:
2
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar