Ingin Melintas, Parepare Siapkan Aturan Tambahan

Kamis, 6 Mei 2021 17:47

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Apel gelar pasukan operasi Ketupat Lipu 2021 telah selesei dilakukan. Sekaligus menandakan, jika agenda penyekatan resmi dimulai di perbatasan.

Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim, menyampaikan, pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik Lebaran. Ini adalah tahun kedua pemerintah mengambil kebijakan tersebut akibat situasi pandemi Covid-19.

“Operasi ini selama 12 hari, pada 6-17 Mei. Semoga hal ini, menjadi atensi kita semua,” harap Pangerang, usai mengikuti agenda Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lipu 2021, di Polres Parepare, Rabu 5 Mei.

Secara nasional pemerintah mengkaji, jelang Idulfitri tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen. Hal ini disebabkan, karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat menjelang akhir Ramadan.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, lanjut Pangerang, jika pemerintah tidak menerapkan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan 81 juta orang mudik. Meski setelah ada larangan mudik, masih ada tujuh persen atau 17,5 juta orang yang akan melakukan mudik.

“Tujuan yang ingin dicapai dari semua ini, masyarakat dapat mengikuti Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Parepare AKBP, Welly Abdillah, menjelaskan jika penyekatan berbeda dengan penutupan. Nah, untuk mereka yang ingin masuk, keluar, atau melewati Parepare ada aturannya.

“Khusus warga Barru, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang diperbolehkan untuk melintas di Parepare, dengan syarat menunjukkan KTP. Selain dari itu, maka langsung putar balik tidak boleh melintas,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
5
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar