Muhammadiyah Minta Pemerintah Konsisten, Mudik Dilarang Tapi Tempat Wisata Dilonggarkan

Kamis, 6 Mei 2021 19:28

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan pembukaan sejumlah tempat wisata di masa larangan mudik lebaran.

Pemerintah telah resmi melarang mudik. Sebaiknya, imbau Haedar, semua mengikutinya demi mencegah wabah dan mengatasi pandemi agar tidak bertambah luas.

Memang berat meninggalkan tradisi mudik yang memiliki manfaat positif bagi persaudaraan di tempat asal. Tetapi karena situasi pandemi maka akan lebih maslahat bila semua pihak bersikap seksama.

Sikap seksama bukanlah takut dan paranoid, tetapi bagian dari ikhtiar mengatasi pandemi.

“Kita juga berharap pemerintah membatasi kegiatan wisata dan pusat keramaian lainnya agar konsisten. Apalah artinya mudik dilarang kalau pusat-pusat keramaian publik dilonggarkan,” ujar Haedar lewat cuitannya di Twitter, Kamis (6/5/2021).

Selain tempat wisata, kegiatan ibadah yang melibatkan kerumunan juga sebaiknya dihindari dan ditempuh cara yang juga dibolehkan syariat Islam di kala darurat. Jangan merasa aman dan terbebas dari pandemi.

“Kaum muslim dapat menjadi uswah hasanah dalam keadaan normal lebih-lebih di kala darurat. Jauhi sikap ananiyah (egois) dan ghuluw (ekstrem) dalam beragama dan menyambut Lebaran,” tekannya.

Lebih lanjut ia berpesan, salat sunnah Idul Fitri pun perlu superhati-hati, kalau tidak memungkinkan sebaiknya dilakukan sangat terbatas di sekitar lingkungan atau di rumah tanpa melibatkan jamaah yang banyak.

Bagikan berita ini:
8
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar