Ngerinya Komentar Mantan Pelatih, Pemain, dan Petinggi Madrid, Semuanya Dibongkar

Kamis, 6 Mei 2021 07:15

Foto: Twitter

FAJAR.CO.ID, LONDON—Jorge Valdano, mantan pemain, pelatih dan eksekutif Real Madrid turut mengomentari hasil semifinal Liga Champions. Berbicara kepada Movistar ia menegaskan mantan klubnya memang tampil buruk.

“Madrid tidak pantas mendapatkan apa-apa, bahkan tidak sedikit pun keberuntungan. Mereka dikalahkan oleh lawan yang lebih unggul dan lebih agresif. Bahkan tidak ada kesempatan untuk menang dan melihat keajaiban terjadi,” tegasnya dikutip dari UEFA.com.

Ia menyebut masalah utama Real adalah lini depannya. Ia menyebut Los Blancos tidak punya pemain yang cukup untuk mencetak gol. “Penyakit Madrid, bisa dikatakan, adalah mereka tidak memiliki cukup gol dalam tim,” jelasnya.

Santiago Cañizares, mantan penjaga gawang Real Madrid dan Spanyol, berbicara kepada Movistar berpendapat serupa. “Chelsea bukan hanya tentang sisi fisik permainan. Mereka memiliki penyiapan dan keseimbangan yang hebat antara serangan dan pertahanan,” katanya.

“Mereka sangat sulit untuk ditembus. Kami tidak melihat Madrid di puncak pada tahap mana pun. Madrid memiliki dua peluang, keduanya dari Benzema, tetapi Mendy mencegahnya – Chelsea bahkan lebih baik daripada Madrid di sisi itu,” ujar Canizares.

Pedja Mijatović, mantan pemain dan direktur Madrid, berbicara kepada radio Cadena SER menyebut Zinedine Zidane melakukan kesalahan di laga ini. “Chelsea unggul dalam segala hal: intensitas, ritme, penciptaan peluang. Kami menyukai Zidane – dia telah melakukan banyak hal, tetapi [malam ini] dia melakukan segalanya dengan salah,” tegasnya.

Tomás Roncero, jurnalis di Diario AS sementara itu menyebut performa sejumlah pemain Madrid sangat jelek. Khusus pertahanan dan dua bek sayap. “Itu adalah malam yang buruk bagi Mendy, Ramos, Casemiro, Vinícius, dan Hazard,” katanya.

Ia menyebut Madrid cukup beruntung tidak dibantai. “Chelsea mengendalikan tim Madrid yang tidak dapat dikenali. Hal terbaik tentang malam ini adalah hasilnya. Itu bisa saja menimbulkan kebencian, tapi Courtois menghentikannya,” tutur sang jurnalis. (amr)

Bagikan berita ini:
3
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar