Tes ASN di KPK, Politisi Demokrat: yang Usut Kasus Bansos Dicoret

Kamis, 6 Mei 2021 10:25

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Benny K Harman -- fin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– KPK akhirnya menyampaikan hasil asesmen tes wawasan kebangsaan pegawai KPK untuk alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dari hasil asesmen itu sebanyak 75 orang pegawai dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Politikus Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman memberikan respons atas pengumuman tersebut.

“Rakyat tanya apakah yg menjadi kriteria lulus tidaknya penyidik KPK dalam mengikuti ujian wawasan kebangsaan?,” tulis Benny di akun Twitternya, Kamis (6/5/2021).

Dia pun mengatakan, jika kriteria sebenarnya mereka yang lolos adalah yang tak mengusut mega skandal korupsi Bantuan Sosial (bansos).

“Kriterianya, yang tolak usut korupsi Bansos untuk jaga politik stabil pasti lulus.Yang sikap radikal usut korupsi Bansos pasti dicoret. Ada pikiran dn pendapat lain,” sebutnya.

Sebelumnya, pimpinan KPK membuat pernyataan terkait polemik sejumlah pegawai yang tidak memenuhi syarat setelah mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan, TWK itu diikuti oleh 1.351 pegawai KPK, sebagai bagian dari alih status kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN). Hasilnya, yang memenuhi syarat dan lolos TWK diketahui 1.274 orang.

“Yang tidak memenuhi syarat 75 orang atau TMS, pegawai yang tidak hadir sebanyak 2 orang,” ucap Ghufron dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (5/5/2021).(msn-int/fajar)

Bagikan berita ini:
9
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar