Orang Dongkol Dilarang Mudik, Mereka Lari ke Mall

Jumat, 7 Mei 2021 21:30

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Memakai pakaian serba baru menjadi tradisi turun temurun saat hari raya Idulfitri. Termasuk mendatangi pusat-pusat perbelanjaan menjadi satu kesatuan kebiasaan jelang lebaran.

Sehingga tidaklah aneh jika hampir di seluruh wilayah di tanah air, mal, toko, dan tempat belanja lainnya seketika berubah menjadi lautan manusia.

Tak pandang wabah Covid-19 masih mendera. Ini telah tradisi yang melekat erat di masyarakat kita.

Pengamat Ekonomi Unismuh, Abdul Muthalib mengungkap, ramainya masyarakat berbelanja di mal didorong kebutuhan selama bulan Ramadan menjelang lebaran.

Kemudian, hal itu juga dipicu adanya larangan mudik. Efek psikologis larangan tersebut, berdampak terhadap kedongkolan hati. Padahal, mudik selalu menjadi momen pulang kampung sebagian besar orang di perkotaan.

“Jadi orang dongkol dilarang mudik, mereka lari ke Mall,” ucapnya di Makassar, Jumat (7/5/2021).

Secara efektif, aturan larangan mudik juga menimbulkan adanya perputaran perekonomian di kota. Padahal mudik lebaran sejatinya dapat dijadikan satu momen yang sangat penting dimana setiap wilayah di seluruh Indonesia mendapatkan income dan memicu berbagai aspek kegairahan perekonomian lainnya.

“Jadi orang hanya bisa belanja di daerah, sehingga uang berputar di kota saja akhirnya,” paparnya.

Berdasarkan catatan Indef 2020, yang dapat menjadi referensi untuk pengukuran pada tahun 2021, mencatat tambahan uang yang beredar selama dua minggu pada masa Lebaran 2020 mencapai Rp114 triliun.

Bagikan berita ini:
1
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar