Sopir Angkutan Menjerit, Pendapatan Menurun 60 Persen

Jumat, 7 Mei 2021 21:12

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aziz, 35 tahun hanya bisa pasrah. Larangan mudik ke beberapa wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel), berdampak pada penghasilannya sebagai seorang sopir.

Larangan mudik lebaran yang dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang, membuat penghasilannya menurun drastis. Bahkan menyentuh angka 60 persen.

“Penurunannya sekitar 60 persen. Padahal biasanya dua pekan sebelum lebaran, itu biasa kami panen. Tapi sekarang semenjak ada larangan itu, ya kami kekurangan,” kata Aziz, kepada wartawan, Jumat (7/5/2021).

Nasib malang itu tidak hanya ia rasakan sendiri. Justru dirasakan bersama dengan 70 sopir angkutan barang dan penumpang lainnya. Kini mereka kebanyakan hanya singgah di kantornya, daripada melayani penumpang.

“Kami di sini ada sekitar 70 sopir. Belum termasuk kernet,” tambah Aziz yang sedikit tersedu.

Tak hanya minim penumpang, kantor sebagai tempatnya bekerja di perusahaan angkutan yang berlokasi di sekitaran wilayah Kecamatan Wajo, Kota Makassar ini masih punya penderitaan akibat pandemi yang tak kunjung berakhir ini.

Beberapa karyawan di kantornya itu terpaksa dirumahkan oleh pihak manajemen, yang tidak mampu membayar gaji karena minim pemasukan selama pandemi. Ditambah larangan mudik yang berdampak pada perusahaan angkutan.

“Ada 12 orang yang dirumahkan. Tapi tetap dapat insentif dari perusahaan. Kalau untuk bekerja, belum. Jadi intinya sebelum pandemi, ada 12 hingga 13 bus yang beroperasi. Sekarang ini hanya tujuh sampai delapan saja setiap harinya,” terangnya.

Bagikan berita ini:
2
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar