Survei Capres 2024, Elektabilitas Gubernur NTB Rajai Indonesia Timur, Kemilau Jusuf Kalla Belum Pudar

Jumat, 7 Mei 2021 13:54

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah‎ (Antara Photo)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menuju Pemilihan Presiden 2024, Lembaga Survei KedaiKOPI terus mencari alternatif kandidat baru. Publik disajikan banyak pilihan termasuk keterwakilan dari Indonesia bagian timur.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah merupakan kepala daerah dengan elektabilitas tertinggi untuk Indonesia bagian Timur. Hal tersebut terungkap dari survei yang diselenggarakan pada 10 – 19 April 2021 lalu.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo mengungkapkan, nama Zulkieflimansyah mendapatkan nilai tertinggi diantara kepala daerah dari Indonesia Timur dengan nilai 20,8 persen.

“Kemudian dibuntuti Gubernur Bali, I Wayan Koster dengan 15,2 persen, dan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor dengan 12,3 persen,” kata Kunto Adi dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Kunto menambahkan bahwa survei ini juga mengulik pendapat masyarakat mengenai tokoh dari Indonesia Timur. Nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi yang tertinggi dengan perolehan 35,5 persen.

Lalu ada Mantan Ketua KPK, Abraham Samad dengan 24,8 persen, diikuti Mantan Wakil Wali Kota Palu, Pasha Ungu dengan 11,3 persen.

“Muncul juga Wakil Ketum Partai Gelora, Fahri Hamzah dengan perolehan 9,7 persen, Zulkieflimansyah dengan 9,6 persen, dan Mantan Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi dengan 4,9 persen,” ungkap Kunto.

Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio mengungkapkan bahwa hasil survei ini bisa menjadi pertanda bahwa akan ada tokoh dari Indonesia Timur di Pilpres 2024 terutama setelah kehadiran Jusuf Kalla di pilpres-pilpres sebelumnya.

“Minimal sebagai Cawapres. Mengacu pada hasil survei yang banyak menginginkan kombinasi militer-sipil atau sipil-sipil, sangat mungkin nama seperti Zulkiflimansyah atau tokoh masyarakat lain seperti Abraham Samad dan TGB Zainul Majdi muncul sebagai kandidat kuat Cawapres yang datang dari Timur Indonesia,” beber Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta tersebut.

Survei Peluang dari Timur diselenggarakan oleh Lembaga Survei KedaiKOPI dengan menggunakan metode face to face interview kepada 1.215 responden yang berada di 34 provinsi. Survei ini dilaksanakan pada 10 – 19 April 2021 lalu dengan Margin of Error ± 2.81% pada interval kepercayaan 95%. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
7
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar