Bela Jokowi Soal Bipang Ambawang, Ngabalin: Kenapa Ngga Boleh?

Sabtu, 8 Mei 2021 23:09

Ali Mochtar Ngabalin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seruan Presiden Joko Widodo soal Bipang Ambawang atau babi panggang asal Pontianak, Kalimantan Barat yang bisa menjadi alternatif oleh-oleh mudik menuai kontroversi. Pro kontra bergelinding bebas di ruang publik.

Jokowi menyebut Bipang Ambawang bisa dibeli secara online bagi yang rindu dengan makanan khas daerah saat lebaran.

Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin menilai tidak ada yang salah dari pernyataan Jokowi tersebut. Baginya, Jokowi sebagai presiden adalah bapak dari seluruh suku dan agama di negeri ini.

“Apa yang salah dari pernyataan JOKOWI soal Bi-Pang? bukankah beliau bapak dari seluruh suku dan agama di negeri ini,” kata Ngabalin lewat cuitannya di akun Twitter pribadinya, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Ngabalin, semua daerah di Indonesia punya makanan khas yang bermacam-macam.

“Kalau beliau memperkenalkan makanan khas tertentu kenapa nggak boleh? apa karena soal mudik lebaran? ART saya seorang nasrani mudik juga tuh,” tegasnya.

Klarifikasi serupa juga diungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, masyarakat harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal.

“Jadi sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang memang sangat beragam, tentu kuliner tersebut dikonsumsi dan disukai oleh masyarakat yang beragam pula,” ujar Lutfi lewat keterangan video.

Bagikan berita ini:
9
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar