Operasi Penyekatan di Jabar, Sudah 22 Ribu Kendaraan Mudik Diputar Balik

Sabtu, 8 Mei 2021 13:51

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi inspektur upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Halaman Dep...

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Kegiatan penyekatan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 telah berlangsung 2 hari. Pada periode tersebut, ditemukan banyak kendaraan yang hendak mudik ke kampung halaman.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, di wilayahnya sebanyak 64 ribu kendaraan melintas diperiksa petugas. Dari jumlah tersebut, 22 ribu kendaraan diputar balik karena terindikasi akan mudik.

Proses penyekatan ini dilakukan di 158 titik. Seperti batas kota, gerbang tol, dan jalan-jalan tikus. “Sudah 22.000 (kendaraan) diputar balikkan karena ketahuan curi-curi mudik,” ujar Ridwan kepada wartawan, Sabtu (8/5).

Mantan Wali Kota Bandung itu menyampaikan, proses pelarangan mudik berjalan sangat dinamis. Imbas adanya pemberitaan terjadinya penumpukan di berbagai daerah tujuan mudik, juga berpengaruh pada kondisi lalu lintas di jalan raya.

“Hikmahnya hari ini lalu lintas lebih lengang. Karena pemberitaan terjadinya dinamika luar biasa kemarin membuat yang mau mudik mengurungkan niat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ridwan memastikan kepada warga Jawa Barat mudik lokal atau aglomerasi juga tetap dilarang. Pelaku perjalanan hanya diizinkan yang terkait kegiatan produktivitas saja.

“Sudah diputuskan aglomerasi itu diizinkan hanya kegiatan produktivitas, orang tinggal di Cimahi kerja di Bandung tidak akan dirazia, tidak akan disekat, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mudik,” jelasnya.

Untuk meminimalisasi pemudik yang mengaku bekerja di wilayah aglomerasi, Ridwan telah meminta Satgas Covid-19 Jawa Barat untuk melakukan upaya penindakan di titik penyekatan. “Intinya mudik kita larang, tidak ada istilah mudik lokal. Kita koreksi. Semua jenis mudik. Itu juga dilarang,” pungkasnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
9
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar