Soal Tes Wawasan Kebangsaan, GMKI: Firli Bahuri Hanya Akan Jadi Agen Oligarki Kekuasaan

Sabtu, 8 Mei 2021 20:53

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan, Korps Brimob turut membantu kinerja KPK dalam upaya ...

FAJAR.CO.ID — Sebanyak 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). Sehingga tidak lolos menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menanggapi hal ini, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta, Donny Manurung mengatakan 75 pegawai KPK yang terancam dipecat tersebut adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh pimpinan KPK.

“Itu adalah kesalahan besar dan fatal yang di lakukan oleh pimpinan KPK,” ujar Donny kepada wartawan, Sabtu (8/5).

Padahal menurut Donny, revisi UU KPK hanya mengatakan alih status dari pegawai KPK menjadi ASN. Sehingga jika ada TWK yang dilakukan oleh pegawai KPK hanyalah asesment saja, tanpa konsekuensi pemecatan bagi yang tidak lulus.

“Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 70/PUU-XVII/2019 yang di mana menyatakan bahwa peralihan tersebut tidak boleh merugikan pegawai KPK itu sendiri. Karena perubahan status tersebut terjadi di tengah jalan yang artinya hanya berlaku bagi calon ASN baru di KPK,” katanya.

Oleh karenanya, dengan kejadian ini semakin menguatkan asumsi publik sejak bergulirnya revisi UU KPK adalah bentuk pelemahan lembaga antirasuah tersebut.

Oleh karena itu Ketua KPK Firli Bahuri harus bertanggung jawab, jangan menjadi agen pelemahan lembaga independen antirasuah tersebut.

“Semua ini terkesan seakan akan sudah dipersiapkan atau by design untuk menyingkirkan orang orang gigih dalam melakukan pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

Bagikan berita ini:
2
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar