75 Pegawai Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, Nanang Farid Syam Bilang Mereka Terdepan Menolak Revisi UU KPK

Minggu, 9 Mei 2021 21:00

Massa Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi Thetrikal dengan menaruh makam sebagi simbol kematian KPK, di...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nanang Farid Syam mengomentari 75 pegawai yang dikabarkan tidak memenuhi syarat untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). 75 pegawai yang gagal beralih status menjadi ASN itu dinilai merupakan pihak-pihak yang terdepan menolak revisi Undang-Undang KPK. “Kawan-kawan 75 ini terdepan menolak revisi,” kata Nanang dalam diskusi daring, Minggi (9/5).

Nanang yang bertugas di KPK selama kurang lebih 15 tahun ini melontarkan rasa kekecewaannya. Dia memandang, Presiden Joko Widodo tutup mata dengan kondisi KPK saat ini. “Presiden pun sepertinya tutup mata dengan dengan kondisi hari ini dan itu terbukti bagaimana kemudian revisi Undang-Undang KPK yang sejak 2009 kita tahan, dimana masyarakat sipil menahannya akhirnya jebol juga,” ungkap Nanang.

Menurut Nanang revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomo 19 Tahun 2019 tentang KPK, karena bersatunya elemen leguslatif dan eksekutif. “Ditambah pula dengan Mahkamah Konstitusi terakhir, ya. Sempurnalah senjakala pemberantasan korupsi hari ini,” sesal Nanang.

Menurut Nanang, pelemahan terhadap KPK terjadi ketika kinerjanya sudah menyentuh kekuasaan. Dia memandang, sejumlah pihak merasa tidak nyaman dengan kehadiran KPK. “Sebagai catatan nanti biar biar nggak salah, kondisi di internal KPK itu memang membangun sebuah suasana kerja yang egaliter. Jadi tidak mengenal senioritas, kecuali kalau kita berbicara tentang kompetensi. Orang udah terbiasa mengkritik pimpinan, udah terbiasa menyampaikan pendapat di depan umum secara tegas dan terang benderang,” tegas Nanang.

Bagikan berita ini:
4
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar