Apá Maksud Hadist yang Menyebut Allah Membenci Pasar-pasar? Begini Penjelasannya

Minggu, 9 Mei 2021 16:21

FAJAR.CO.ID – Dua tempat yang sudah menjadi kebutuhan manusia sehari-hari khususnya umat Islam adalah masjid dan pasar. Masjid adalah tempat kaum muslimin berhubungan dengan Allah ta’ala, sedangkan pasar adalah tempat berlangsungnya hubungan muamalah (antarmanusia).

Akan tetapi, di dalam sebuah hadis dikatakan, dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw bersabda, “Negeri (tempat) yang paling dicintai Allah adalah pada masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim)

Apa sejatinya maksud hadis di atas? Bukankah Rasulullah saw juga sering ke pasar dan beliau juga berdagang?

Dalam salah satu ayat Allah berfirman,

ISTIMEWA

Wa maa arsalnaa qablaka minal-mursaliina illaa innahum laya’kuluunat-ta’aama wa yamsyuuna fil-aswaaq, wa ja’alnaa ba’dakum liba’din fitnah, a tasbiruun, wa kaana rabbuka basiiraa\

Artinya: Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelum kamu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (QS. Al-Furqan ayat 20)

Dari ayat di atas jelaslah bahwa Nabi Muhammad saw juga sama dengan manusia pada umumnya yang butuh makan serta sering ke pasar. Lantas, mengapa dalam hadisnya Rasulullah saw mengatakan bahwa pasar adalah tempat yang dibenci Allah?

Dalam kitabnya, Imam An-Nawawi menjabarkan sabda Nabi saw tentang “tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid” dikarenakan tempat tersebut adalah tempat ketaatan, dan didirikan atas dasar ketakwaan.

Bagikan berita ini:
9
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar