Junta Militer Myanmar Cap Teroris Pemerintah Persatuan Nasional

Minggu, 9 Mei 2021 17:03

enderal Min Aung Hlaing saat tiba di Bandara Soetta pada Sabtu (24/4/2021) pukul 11.00 WIB. Jenderal Min Aung Hlaing tib...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Junta Militer Myanmar menyebut Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) merupakan teroris. Pasukan Angkatan Pertahanan Rakyat bentukan NUG merupakan pelaku aksi pemboman, pembakaran, dan pembunuhan.

Aksi pemboman menghadapi junta militer Myanmar terjadi setiap hari. Hal tersebut sejalan dengan protes anti junta di seluruh Myanmar.

“Tindakan mereka menyebabkan begitu banyak terorisme di banyak tempat,” kata televisi MRTV yang dikendalikan negara, seperti dilansir Reuters, Minggu (9/5).

Stasiun televisi tersebut mengumumkan bahwa NUG dan kekuatan baru semuanya sekarang akan dihadapkan pada undang-undang anti terorisme.

“Ada bom, kebakaran, pembunuhan, dan ancaman yang menghancurkan mekanisme administrasi pemerintah,” demikian pengumuman tersebut.

UU anti terorisme tidak hanya melarang keanggotaan kelompok, tapi juga kontak dengan mereka.

Para pengunjuk rasa kembali berbaris melawan junta di berbagai tempat pada Sabtu (8/5). Sedikitnya 774 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan 3.778 orang ditahan, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan Tahanan Politik.

Namun, junta membantah angka-angka itu dan mengatakan sedikitnya dua lusin anggota pasukan keamanan telah tewas dalam protes. (fin)

Bagikan berita ini:
9
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar