Belum Bayar THR, Enam Perusahaan di Sulsel Diadukan oleh Pekerjanya

Senin, 10 Mei 2021 13:24

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Andi Darmawan Bintang.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR) oleh perusahaan kepada para pekerjanya telah diimbau sejak awal bulan ramadan ini.

Ketentuan pembayaran THR ini telah dituangkan dalam Surat Edaran atau SE Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 yang ditujukan kepada para Gubernur se-Indonesia tertanggal 12 April 2021 lalu.

Terkhusus Pemprov Sulsel, Kepala Kadisnaker Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, terdapat enam perusahaan yang dilaporkan oleh pekerjanya belum membayar THR.

Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan mediasi. Karena menurutnya mediasi merupakan langkah awal sebelum masuk ke tahap penegakan hukum.

“Sampai dengan kemarin itu, sudah ada enam perusahaan yang dilaporkan oleh para pekerjanya. Sehingga merupakan tugas Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan mediasi. Pertama mediasi, bukan langsung penegakan hukum,” katanya, ketika ditemui di Kantor Gubernur, Senin, (10/5/2021).

Ia menjelaskan, mediasi digunakan untuk mencari tahu alasan perusahaan tidak membayar THR dan hal-hal yang mungkin menjadi pertimbangan antara perusahaan dengan pekerjanya.

Lebih lanjut, kata Darmawan, aturan terkait dengan THR menurut PP Nomor 36 Tahun 2021 jelas menegaskan, apapun yang terjadi pada perusahaan, itu tidak menghilangkan kewajiban perusahaan untuk membayar THR dan sanksinya pun sudah jelas.

Misalnya kalau dia pailit, jual barangnya. Maka barang itu membayar THR. Begitu bentuknya. Jadi apapun bentuknya, THR merupakan kewajiban perusahaan kepada pekerja,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
3
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar